Dzikir atau kafir

Ya, kita mungkin sudah dering mendengar dua kata ini dan pasti sudah tahu benar apa arti dari kata-kata tersebut. Namun, marilah kita renungi bahwa kondisi hidup kita ini sebenernya hanya terdiri dari dua keadaan tersebut. Sedang dalam keadaan dzikir atau sedang dalam keadaan kafir.

“Lho, bagaimana mungkin kita busa kafir? Kan kita tidak keluar dari islam..”, tanya seorang teman. Yaa, betul memang mungkin kita tidak melepas identitas islam kita, tetapi sesungguhnya kita sedang kafir. Lho, kok bisa begitu??

Sebelum melanjutkan pembahasan ini lebih jauh, marilah kita samakan persepsi kita dahulu mengenai arti dua kata tersebut. Dzikir, sebagaimana kita ketahui, berasal dari bahasa arab yang artinya “ingat”. Berarti kalau kita dalam kondisi dzikir, artinya kita sedang ingat. Ingat apa? tentu dalam hal ini adalah ingat kepada Allah. Seperti yang sudah kita bahas di dalam artikel “buat apa sih sholat?”, ingat Allah berarti ingat kebesarannya, ingat perintah, dan ingat larangaannya. Jika dalam setiap langkah hidup kita sehari-hari kita selalu merasa ikhsan (selalu merasa diawasi oleh Allah), artinya kita sedang dalam kondisi dzikir. Ia berada dalam kesadaran penuh akan keberadaan Allah SWT. Ia selalu memikirkan tentang eksistensi Allah beserta segala kebesarannya. Di dalam al-qur’an, orang-orang seperti ini disebut sebagai “ulul albab”.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (Ulul Albab), (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:190-191)

Bagaimana dengan kafir? dalam bahasa arab, kafir berarti “tertutup”, atau dalam bahasa inggris berarti “covered”. Seseorang dikatakan kafir apabila kesadarannya tertutup terhadap sesuatu yang semestinya disadari secara penuh, yakni keberadaan Allah SWT.  Pada umumnya kita hanya menggunakan kafir terhadap orang yang tidak memeluk agama islam saja. Sehingga cap kafir itu sering dianggap sebagai sesuatu yang rendah, menjijikkan, dan merendahkan. Memang benar, mereka sedang tertutup kesadarannya akan eksistensi dari Allah SWT. Namun, apakah kita yang islam juga tidak bisa menjadi kafir (baca: tertutup kesadarannya dari mengingat Allah)? Ketika kita lupa dari mengingat Allah, kita melalaikan perintah dan larangannya, atau kita sedang tidak merasa ikhsan, maka sebenarnya kesadaran kita sedang tertutup. Dalam kata lain, kita sedang berada dalam kondisi kafir.

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. 59:19)

Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi. (QS. 58:19)

Marilah kita memohon perlindungan kepada Allah SWT agar senantiasa berada dalam kondisi dzikir. Sehingga setiap langkah hidup kita senatiasa bersyukur dan mengabdi kepada-Nya.

Wallahu’alam..

Melbourne, 24 Maret 2012, 7.37 AM

This entry was posted in Sedekah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Dzikir atau kafir

  1. sholeh says:

    Subhanallah. Sukron. Betul sekali kafir / lg tdk sadar. Sadar di bagi 4. Yaitu IRST. Sadar: Inderawii, Rasional, Spirital n Tauhid. Lanjutkan . Oinsya Allah kt selalu jadi org yg selalu ber Dzikir . Amiin. Wass

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s