Santai hanya bagi yang sibuk

Coba sama-sama kita amati, bahwa ternyata hanya orang-orang yang sibuklah yang benar-benar bisa merasakan santai. Mereka bekerja keras untuk mengupayakan masa santainya. Ketika semua tugas telah selesai, buah dari keberhasilannya membuat mereka bisa mengupayakan liburan yang indah.

Di sisi lain, ada orang yang malas dan hidupnya selalu bersantai. Asal tau aja, orang yang malas itu sebenernya nggak santai. Mereka memiliki beban tugas-tugas atau pekerjaan yang belum mereka selesaikan. Makanya, coba perhatikan, orang malas itu identik dengan ngantuk. Mana ada orang malas yang sregep/rajin :p Kenapa? Ya, karena dengan tidur itu mereka dapat lari sesaat untuk melupakan beban yang ada. Jadi sebenernya mereka tidak pernah benar-benar merasakan santai. Kalaupun santai, santainya itu semu.

Jadi nasihatnya, marilah kita menyibukkan diri kita untuk bersegera melakukan hal-hal yang baik bagi kehidupan kita. Insya Allah kita bakal merasakan rasa santai yang sebenar-benarnya. Oh, alangkah indahnya hidup ini.

Untuk kemenangan serupa ini, hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.

QS. Ash-Shoffat (37): 61

Orang yang ikhlas menerima keharusan membangun kehidupan yang baik, hidupnya akan baik. (Mario Teguh)

Enjoy your life,,

Melbourne, 20 Januari 2012, 10.07 PM

This entry was posted in Sedekah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Santai hanya bagi yang sibuk

  1. Keep on writing Diga, it’s inspiring🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s