Teori 20/80

Ada saatnya hari-hari kita sangat sibuk sampai-sampai kita berfikir bahwa kita tidak akan bisa menyelesaikan semua tugas kita. Bagaimana kita menyikapi dan menyiasati saat-saat seperti itu agar kita tetap bisa melakukan yang terbaik?

Saya teringat nasihat teman saya, Mas Nino, ketika saya berkeluh kesah tentang kesibukan aktivitas kuliah yang sangat padat sampai hampir tidak ada waktu untuk menyelesaikan tugas. Dia menjelaskan kepada saya tentang teori 20/80 ini. Dalam teori ini maksudnya ialah bahwa sebenarnya kita bisa menyelesaikan 80% tugas kita dengan menggunakan 20% waktu kita. Tetapi, kebanyakan kita menggunakan 80% waktu kita hanya untuk menyelesaikan 20% tugas kita. Itu sebabnya kita merasa beban yang ada menjadi sangat berat.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa mengatur waktu kita dengan baik?

Pertama, tentukanlah prioritas dari semua yang harus kita lakukan. Kemudian, kurangi melakukan hal-hal yang tidak perlu dan bersegera melakukan kewajiban dan tugas-tugas yang harus kita selesaikan. Ingatlah bahwa kita pasti bisa menyelesaikan semua tugas/beban yang diberikan kepada kita. Sesuai dengan janji Allah SWT:

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

QS. Al-Baqarah (2): 286

Yap, kuncinya adalah kita harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Karena sebenarnya bukan kita yang tidak mampu menyelesaikan semua kewajiban kita, tetapi manajemen waktu kita lah yang perlu diperbaiki. Allah sendiri yang mengatakan bahwa manusia yang tidak bisa menggunakan waktunya dengan baik adalah manusia yang benar-benar dalam kerugian. Mari kita jalani hari-hari kita sebaik mungkin demi kelayakan untuk hidup dalam kedamain hati di dunia dan di akhirat nanti.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

QS. Al-Ashr (103): 1-3

This entry was posted in Sedekah and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s