Mari bersyukur!

Yap, kemarin kita telah membahas bahwa kunci dalam menyikapi hidup ini ialah sabar dan syukur. Sabar ketika menghadapi kesulitan, dan bersyukur ketika memperoleh nikmat. Hari ini kita akan membahas sedikit lebih dalam bagaimana seharusnya kita bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Kalau kita amati, syukur itu setidaknya terbagi menjadi 3 tingkatan:

1. Syukur bil qalbi (Syukur dengan hati)

Ini adalah tingkatan syukur yang paling awal, yaitu bersyukur dengan hati. Ketika menyadari bahwa kita baru saja memperoleh nikmat, hati kita bersyukur dengan cara merasa senang.

dadi wong islam atine seneng,

awak waras atine seneng,

iso mangan atine seneng,

isih urip atine seneng..

(bisa dicoba dinyanyikan dengan nada sholawat badar :p )

2. Syukur bil lisan (Syukur dengan ucapan)

Setelah hati merasa senang, tingkat syukur yang selanjutnya ialah diucapkan dengan lisan: ‘alhamdulillaahirabbil’alamiin’ segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam..

Alhamdulillah islam agamaku,

alhamdulillah tetep imanku,

alhamdulillah panjang umurku,

alhamdulillah sehat awakku..

3. Syukur bil arkan (Syukur dengan tindakan)

Dua cara syukur sebelumnya mungkin sudah sering kita lakukan. Namun yang terakhir ini adalah yang paling tinggi tingkatannya. Rasa syukur kita wujudkan dalam tindakan. Tindakan yang bagaimana? yaitu mempergunakan nikmat yang telah diberikan Allah SWT untuk melakukan hal-hal yang diperintahkan oleh Allah. Contohnya, apabila diberikan rezeki yang banyak, hati merasa senang, mulut berucap alhamdulillah, dan memberikan sebagian rezeki tersebut untuk membantu orang-orang yang kurang mampu.

Walaupun terlihat sederhana, namun masih banyak orang (mungkin termasuk kita juga), yang selalu merasa kurang dan tidak pernah bersyukur atas apa yang telah kita miliki selama ini. Contoh konkret, di dalam berdoa, sebagian besar doa kita adalah berkeluh kesah tentang apa yang belum kita miliki dibanding dengan bersyukur atas karunia yang telah Allah berikan. Kita kerap kali berdoa, “Ya Allah, mudahkanlah..”, “Ya Allah, berikanlah..”, “Ya Allah, hamba mohon..”, dan lain sebagainya yang isinya selalu meminta kepada Allah. Apakah salah? ya tidak juga sih.. Tetapi, terlalu banyak menginginkan yang belum kita miliki dapat membuat kita lupa bersyukur atas apa yang sudah kita miliki saat ini. Padahal, coba kita renungkan! Kalau dilihat-lihat, apa yang sudah kita peroleh saat ini masih belum sebanding dengan usaha yang sudah kita lakukan. Kita hanya berbuat sedikit, tetapi Allah melimpahkan rahmat yang begitu besar kepada kita. Rasanya malu diri ini kalau hanya terus meminta kepada Allah, tanpa berusaha sesuai dengan hasil yang kita inginkan.

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

QS. Ar-Ra’d (13): 11

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir..

QS. Al-Ma’arij (70): 19-21

Alangkah indahnya kalau mulai hari ini kita hiasi doa kita, nafas kita, dan setiap langkah dalam hidup kita untuk menikmati segala karunia yang telah Allah berikan, dan mencoba menfaatkannya untuk berjuang di jalan-Nya, sebagai sarana untuk mengajak pada kebaikan, dan mencegah terjadinya kemungkaran. Sesuai janji Allah, barang siapa bersyukur maka akan ditambah nikmatnya.

Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu mema’lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

QS. Ibrahim (14): 7

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni’mat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah).

QS. Ibrahim (14): 34

Ya Allah, begitu banyak nikmat yang telah engkau limpahkan kepada hamba..

begitu banyaknya sampai hamba tak mampu menghitungnya..

hamba mohon ampunan Mu apabila selama ini hamba masih tidak pandai bersyukur..

mulai hari ini, hamba akan belajar untuk mensyukuri segala nikmat-Mu..

hamba menyadari bahwa sebenarnya nikmat yang telah engkau berikan jauh lebih tinggi dibanding dengan apa yang telah hamba usahakan..

semua itu pastilah karena hanya Engkau,

Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

This entry was posted in Sedekah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s