Menyikapi hidup

Hari-hari kita selalu dipenuhi dengan dinamika kesenangan dan kesulitan. Keduanya datang silih berganti, bahkan terkadang secara tiba-tiba datang sebelum kita memperhitungkannya. Bagaimana seharusnya kita menyikapi hidup ini ketika kesenangandan kesulitan datang mengahampiri kita??

Di Al-Qur’an, Allah menggambarkan beberapa sikap orang dalam menghadapi dinamika kehidupan ini.

Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya ni’mat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi ni’mat itu hanyalah karena kepintaranku”. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.

QS. Az-Zumar (39): 49

Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Rabbku telah memuliakanku”. Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: “Rabbku menghinakanku”. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

QS. Al-Fajr (89): 15-20

Itulah beberapa sikap yang digambarkan di dalam Al-Qur’an. Namun Allah SWT mengatakan bukan begitu seharusnya kita menyikapi hidup ini.

Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu mema’lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“.

QS. Ibrahim (14): 7

Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

QS. Al-Baqarah (2): 46-47

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

QS. Al-Baqarah (2): 153

Itulah yang dianjurkan oleh Allah apabila kita menghadapi kesenangan dan kesulitan. Bersyukur ketika memperoleh nikmat, dan bersabar ketika dalam kesulitan (membutuhkan pertolongan). Karena pada hakikatnya, segala yang kita hadapi di dunia ini adalah ujian dan Allah SWT ingin melihat bagaimana sikap kita sebagai hamba yang beriman kepadanya.

Have a nice day everyone..

This entry was posted in Sedekah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s