Menyembah Ka’bah??

Sebagai umat islam, ketika sholat kita diwajibkan untuk mengahadap kiblat yang sama yaitu ka’bah yang terletak di Mekah, atau kita sebut juga baitullah. Timbul suatu pertanyaan dari orang non-muslim,  Kenapa sih orang islam sholatnya menghadap ka’bah? Apakah mereka menyembah ka’bah?  Sebagian besar saudara muslim kita akan menjawab bahwa itu hanyalah simbol untuk mendekatkan diri kita kepada Allah, untuk menandakan bahwa kita sebagai umat islam memiliki tujuan yang sama. Namun, saya terkejut ketika membaca ayat Al-qur’an yang mengatakan bahwa pada zaman dahulu, kaum musyrikin yang menyembah berhala pun mengatakan bahwa mereka menyembah berhala-berhala tersebut juga sebagai simbol untuk mendekatkan diri kepada Allah. Lalu apa bedanya dengan pemahaman kita selama ini yang menganggap bahwa sholat menghadap ka’bah itu hanyalah sebagai simbol untuk mendekatkan diri kepada Allah? Jangan-jangan kita pun masih termasuk golongan kaum-kaum musyrikin tersebut.

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata):  Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.  Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki (kepada kebenaran) orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

QS. Az-Zumar (39): 3

Lalu mengapakah kita diperintahkan untuk mengahadap ka’bah? Agar kita tidak salah melangkah, mari kita cari langsung ke dalam sumbernya, Al-Qur’an, agar keberagamaan kita ini tidak hanya sekedar ikut-ikutan.

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.

QS. Al-An’am (6): 116

Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.

QS. Al-Jatsiyah (45): 20

Ya, agar kita tidak tersesat, Allah telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam hidup kita. Termasuk petunjuk tentang bagaimana beribadah yang benar kepadanya, beribadah dengan semurni-murninya ketaatan. Pada intinya, tujuan kita beribadah adalah agar selalu ingat kepada-Nya, ingat bahwa Allah yang menciptakan kita dan kita akan kembali kepada-Nya, bahwa semua yang ada di langit dan di bumi ini hanyalah kepunyaan-Nya, bahwa Ia telah memberikan aturan-aturan hidup berupa perintah dan larangan kepada kita sebagai hamba-Nya, yang sebenarnya tujuannya ialah untuk kebaikan kita sendiri.

Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dengan membawa kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.

QS. Az-Zumar (39): 2

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kau mengingkari (nikmat)-Ku.

QS. Al-Baqarah (2): 152

Nah, sekarang mengapa dalam sholat, salah satu ibadah yang diperintahkan Allah, kita diperintahkan juga untuk menghadap ke baitullah? Apa kiranya maksud Allah memerintahkan demikian?

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.  

QS. Ali Imran (3): 96-97

Di surat Ali-Imran ayat 96 disebutkan bahwa Baitullah ialah rumah ibadah yang pertama kali dibangun dan padanya terdapat petunjuk bagi manusia. Kita sholat menghadap ke Baitullah supaya ingat petunjuk dari Allah, karena di Baitullah tersebut terdapat tanda-tanda yang nyata. Mungkin sampai di sini kita masih belum mendapat jawaban yang memuaskan. Bagaimana baitullah bisa menjadi petunjuk?? Kalau kita perhatikan di ayat-ayat Al-Qur’an, Allah menerangkan bahwa sebenarnya Al-qur’an itulah petunjuk yang berisi  tanda-tanda yang nyata/ayat-ayat yang menjelaskan.

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

QS. Al-Baqarah (2): 185

Alif laam raa. Ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al-Qur’an yang memberi penjelasan.

QS. Al-Hijr (15): 1

Thaa Siin. Ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan.

QS. An-Naml (27): 1

Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah adalah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

QS. An-Nur (24): 46

Demi Kitab (Al-Qur’an) yang menjelaskan.

QS. Ad-Dukhan (44): 2

Jadi agar kita bisa menjadikan ka’bah/baitullah sebagai petunjuk, kita harus membaca ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an agar kita dapat memahami mengapa Allah SWT mengatakan bahwa pada baitullah itu terdapat ayat-ayat yang nyata. Yang pertama, kita harus tahu bahwa hakikat dari ibadah kita kepada Allah adalah ingat kepada-Nya, ingat perintah dan larangannya. Perintah dan larangan Allah tertulis di dalam Al-Qur’an. Hubungannya dengan ka’bah yang berbentuk kubus ialah ketika sholat menghadap ka’bah kita harus ingat bahwa di depan, belakang, kanan, dan kiri kita, kita selalu diliputi oleh aturan-aturan Allah. Supaya tahu perintah dan larangan yang diberikan Allah, kita harus membaca Al-Qur’an.

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka beribadahlah kepada-Ku dan dirikanlah sholat untuk berdzikir (mengingat) kepada-Ku.

QS.Thaahaa (20): 14

Di dalam surat Ali-Imran ayat 97, Allah menerangkan bahwa di Baitullah terdapat tanda-tanda yang nyata diantaranya ialah maqam Ibrahim. Maqam di sini maksudnya ialah tempat berpijak Nabi Ibrahim. Pelajaran apakah yang bisa kita ambil dari maqam Ibrahim? Kembali lagi bahwa sumber segala petunjuk itu ialah Al-Qur’an, mari kita renungkan beberapa ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kisah hidup Nabi Ibrahim AS agar kita dapat melihat tanda-tanda yang terdapat pada maqam Ibrahim.

Maqam Ibrahim:

  1. Kesabaran

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, nyatalah kesabaran keduanya.

QS Ash-Shoffat (37): 103

Pelajaran pertama yang dapat kita ambil dari kisah hidup nabi Ibrahim AS ialah bagaimana kesabaran beliau dalam menjalani perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS.

2. Tunduk Patuh Kepada Allah

Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.”

QS. Al-Baqarah (2): 137

Pelajaran kedua adalah bahwa sebagai muslim kita harus tunduk patuh kepada seluruh aturan Allah SWT.

3. Peduli Lingkungan

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

QS. Al-Baqarah (2): 126

Sebagai seorang muslim, kita harus peduli kepada lingkungan kita, berusaha untuk kesejahteraan negeri kita. Karena kita sebenarnya diutus ke dunia ini adalah agar menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Dan tidaklah Kami mengutus engkau, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

QS. Al-Anbiya (21): 107

4. Peduli Generasi

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

QS. Al-Baqarah (2): 128

Sudah semestinya kita harus menyiapkan generasi penerus, terutama keturunan kita sendiri agar menjadi pribadi yang berserah diri dan tunduk patuh kepada Allah SWT.

5. Peduli Terhadap Ajaran Allah

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

QS. Al-Baqarah (2): 129

Pelajaran yang dicontohkan oleh doa Nabi Ibrahim di atas ialah bagaimana kepeduliannya agar ajaran Allah tetap terjaga sampai akhir zaman nanti. Jadi, hendaknya kita terus melestarikan, mengamalkan, dan mengajarkan ajaran-ajaran yang telah diturunkan oleh Allah SWT.

6. Penyantun, Penghiba, Mencari Allah

Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.

QS. Hud (11): 75

Inilah pribadi yang harus kita contoh dalam kehidupan sehari-hari agar kita bisa benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam.

7. Menjadi Suri Tauladan dan Orang yang Bersyukur

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.

QS. An-Nahl (16): 120-121

Sebagai seorang muslim kita juga dituntut agar bisa menjadi teladan dan juga selalu mensyukuri semua nikmat yang diberikan Allah dengan cara menggunakannya di jalan yang diridhai-NYA.

Itulah kira-kira, 7 pelajaran/ayat-ayat yang nyata yang bisa kita ambil dari maqam Ibrahim yang disebutkan oleh Allah SWT di surat Ali-Imran ayat 97. Jadi, baitullah itu merupakan ayat-ayat Allah, yang berisi aturan-aturan (perintah dan larangan). Barang siapa yang masuk ke baitullah (masuk dalam aturan-aturan Allah/rela diatur Allah), akan mendapatkan keamanan.

Haji yang berarti menuju ke baitullah (menuju kepada aturan Allah) adalah wajib hukumnya bagi yang mampu. Agar kita dapat menuju kepada aturan Allah, kita harus membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an/ayat-ayat Allah itu tempatya di hati orang-orang yang beriman. Karena Allah yang menurunkan Al-Qur’an dan Ia yang akan menjaga kemurniannya, maka apabila hati kita kotor, Al-Qur’an tidak akan masuk ke dalam hati kita.

Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.  

QS. Ali Imran (3): 96-97

Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang menngingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim.

QS. Al-Ankabut (29): 49

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

QS. Al-Hijr (15): 9

Sebagai kesimpulan, Baitullah merupakan sebagian dari ayat-ayat Allah SWT. Ayat-ayat Allah itu tempatnya ialah di dalam hati. Agar kita bisa masuk ke dalam baitullah (menerima ayat-ayat Allah SWT), maka bersihkanlah hati kita.

Bukti bahwa kita sholat sholat menghadap ka’bah tetapi bukan menyembah ka’bah ialah pelajari Al-Qur’an, amalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan ajarkan kepada saudara-saudara kita, agar hidup kita bisa bermanfaat dan menjadi rahmat bagi semesta alam. Inilah yang disebut sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

 

This entry was posted in Santapan Ruhani and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Menyembah Ka’bah??

  1. Ahmad says:

    Alhamdulillah wa syukurillah, tks sbg pencerahan, iman kt semakin kuat, amin wass

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s